MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK MELALUI KOMUNIKASI EKSPRESIF PADA PEMBELAJARAN DI KELAS ANAK USIA DINI

Apriana Khusnul Hotimah, Nurul Ukhwatun

Abstract


Permasalahan yang mendasar dalam kegiatan pembelajaran anak di kelas saat ini
adalah krisis percaya diri. Hal ini ditandai dengan konsep diri negatif dalam diri
individu, seperti tidak bisa menunjukan kemampuan diri dan cenderung menarik
diri dari interaksi sosial dengan lingkungannya. Konsep diri ini membutuhkan
perhatian khusus dalam dunia pendidikan terutama pendidikan anak usia dini.
Perlu adanya pertimbangkan pendidik terkait pola pembelajaran di kelas dalam
penggunaan metode, materi dan cara berkomunikasi dengan anak. Pada dasarnya
anak usia dini berada dalam fase perkembangan secara ekspresif, berarti anak
dapat mengungkapkan keinginan dan pendapatnya menggunakan bahasa verbal
maupun nonverbal. Dalam pendidikan anak disiapkan menjadi individu yang
mandiri, aktif, pemberani, dan percaya diri sebagai modal awal untuk
mengaktualisasikan kemampuan diri anak. Pendidik perlu pendekatan khusus
dalam menerapkan strategi pembelajaran di kelas yaitu dengan komunikasi
ekspresif. Sikap dan perilaku percaya diri berkembang melalui penerapan pola
komunikasi ekspresif dalam pembelajaran di kelas yang interaktif serta
menyenangkan. Hal ini dapat menciptakan interaksi suasana belajar yang
sinergis serta nyaman bagi anak, sehingga berpengaruh pada prestasi dan potensi
anak.


Keywords


percaya diri, pendidikan anak usia dini, komunikasi ekspresif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.