Pentahelix Action in Realizing Inclusive Tourism: Case Study of Gunungkidul Regency

Ameylia Puspita Rosa Dyah Ayu Arintyas

Abstract


Gunungkidul has various geographical and cultural potentials supporting the area's transformation in tourism. Challenges of inclusiveness in policy, economics, and society accompany this tourism development. The collaborative role is the key to how multi-stakeholders can collaborate to create comprehensive, inclusive tourism. This issue is important to study to see the relationship between inclusive tourism development and collaborative roles. This research will discuss this issue further from the perspective of historical phenomenology, the study of current best practices, and projections of future policy directions. This type of research is qualitative, with data collection through documentation studies of regulations, popular writings, news, and related document sources. The result of this research is that collaboration has been carried out to realize inclusive tourism. Collaboration is carried out using the Penta helix model, involving the government, private sector, academics, media, and the community. This inclusive tourism development aims to improve the welfare of the Gunungkidul community.

References


Antara. (2023, Februari 22). Menparekraf mendorong kembangkan pariwisata inklusif dan berkelanjutan. Retrieved from Antara: https://www.antaranews.com/berita/3408075/menparekraf-mendorong-kembangkan-pariwisata-inklusif-dan-berkelanjutan

BPS Gunungkidul. (2022). Kabupaten Gunungkidul Dalam Angka. Gunungkidul: BPS Gunungkidul.

Creswell, J., & Creswell, J. (2018). Research Design (5th ed.). SAGE Publications.

Dinas Pariwisata Gunungkidul. (2022). Buku Profil Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Gunungkidul: Dinas Pariwisata Gunungkidul.

Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. (2021). Destinasi Wisata. Retrieved from Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul: https://wisata.gunungkidulkab.go.id/#

EGSA UGM. (2021, Februari 11). Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi. Retrieved from EGSA UGM: https://egsa.geo.ugm.ac.id/2021/02/11/pariwisata-indonesia-di-tengah-pandemi/

Febrien, S. C. (2022, Desember 19). Pariwisata Inklusif: Akankah Indonesia Menjadi Destinasi Ramah Disabilitas? Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pariwisata Inklusif: Akankah Indonesia Menjadi Destinasi Ramah Disabilitas?", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.co. Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/cinta_skolastika/63a0298d08a8b5218d1e4772/pariwisata-inklusif-akankah-indonesia-menjadi-destinasi-ramah-disabilitas

Handoyo, F., Sholihah, A., Novitariasari, A., Hani, A., Firdausa, Q., & Rahayuningsih, H. (2018). Paket Wisata Bagi Difabel Di Yogyakarta. Jurnal Pariwisata Terapan, 116-128.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2021, Agustus 18). Tren Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi. Retrieved from Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI: https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Tren-Pariwisata-Indonesia-di-Tengah-Pandemi

Komisi X. (2023, Oktober 02). Persoalan Inklusivitas di Destinasi Wisata Perlu Jadi Muatan Materi dalam RUU Kepariwisataan. Retrieved from Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia: https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/46823/t/Persoalan%20Inklusivitas%20di%20Destinasi%20Wisata%20Perlu%20Jadi%20Muatan%20Materi%20dalam%20RUU%20Kepariwisataan

Kusumaningrum, D. (2023, September 27). Potret gentrifikasi pariwisata di Indonesia: ketimpangan dan eksploitasi di kawasan konservasi. Retrieved from The Conversation: https://theconversation.com/potret-gentrifikasi-pariwisata-di-indonesia-ketimpangan-dan-eksploitasi-di-kawasan-konservasi-211527

Moleong, L. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosadakarya.

Nafisah, E., & Sukarniati, L. (2015). Dampak Perkembangan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Sekitar. Jurnal Bisnis & Ekonomi, 13(2), 105-115.

Owen, D. (2010). Civic Education and Social Media Use. Diunduh 27 Juni 2011, from Civiced: http://new.civiced.org

Rachbini, D.J. (2011). TKI, Pengangguran, dan Kemiskinan. Media Indonesia, 30 Juni, hal. 14.

Rismel. (2023, Oktober 19). Isu, Tantangan, dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Yang Berkelanjutan. Retrieved from Kalurahan Tepus: https://desatepus.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2990-Isu--Tantangan--dan-Strategi-Pengembangan-Desa-Wisata-Yang-Berkelanjutan

Rudiana, P. A. (2018, Oktober 25). Apa Persiapan Gunungkidul untuk Menjadi Kabupaten Inklusif 2030. Retrieved from Tempo: https://difabel.tempo.co/read/1139723/apa-persiapan-gunungkidul-untuk-menjadi-kabupaten-inklusif-2030

Sasili, A. (2023). Peran Strategis Dinas Pariwisata Sebagai Salah Satu Aktir Pengembangan Pariwisata Pantai (Studi Kabupaten Gunungkidul Dari Perspektif Ilmu Pemerintahan). Journal of Politic and Government Studies, 13(1), 481-496.

Somantri, M.N. (2001). Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Kerjasama Program Pascasarjana dan FPIPS UPI dengan PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Universitas Widya Mataram. (2020, Mei 28). Pariwisata Indonesia Pasca Covid-19 dan Strategi New Normal. Retrieved from Universitas Widya Mataram: https://new.widyamataram.ac.id/content/news/pariwisata-indonesia-pasca-covid-19-dan-strategi-new-normal

Wahyudi, D., Hasanah, E. U., & Zulkarnain, A. (129-134). Tourist Village Development Penta Helix Based the Analytical Hierarchy Process Approach. Advances in Economics, Business and Management Research.

Warta Jogja. (2023, November 23). Membangun Pariwisata Internasional yang Inklusif ; Bupati Gunungkidul Permudah Investor Tanam Modal di Gunungkidul. Retrieved from Warta Jogja: https://wartajogja.co.id/membangun-pariwisata-internasional-yang-inklusif-bupati-gunungkidul-permudah-investor-tanam-modal-di-gunungkidul/

Winataputra, U.S. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan. Disertasi. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI.