VALUASI EKONOMI DALAM PENGARUH SOSIAL BUDAYA DI PABRIK GULA MADUKISMO, YOGYAKARTA

Muhamad Chanif Syaefudin(1*)
(*) Corresponding Author

Abstract


Pada zaman Hindia Belanda, di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta  terdapat kurang lebih  17 pabrik gula. Salah satunya yaitu Pabrik Gula Madukismo yang berada di bawah manajemen PT. Madubaru. Selain pabrik gula, PT. Madubaru juga memiliki pabrik spirtus. Pabrik Gula Madukismo memiliki upacara adat  tahunan yang dimulai sebelum proses penggilingan dan penyulingan tebu. Upacara ini disebut dengan Cembengan. Rangkaian kegiatan ini antara lain selametan cembeng, ziarah kubur, manten tebu, kirab, anjangsana, baktisosial, dan hiburan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui begaimana kultur sosial budaya yang ada di pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai simulasi survei dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kultur sosial budaya yang ada di Pabrik Gula Madukismo. Sehingga prosesi ini tidak jhanya menjadi tradisi melainkan bisa memberikan nilai valuasi ekonomi bagi Pabrik Gula dan masyarakat sekitar

Full Text:

References


  1. Cerry Surya Pradana, T. E. (2018, Desember). MAKNA PROSESI UPACARA ADAT GILING DAN SULING DI PABRIK GULA MADUKISMO SEBAGAI ATRAKSI BUDAYA. Gama Societa, Vol. 2 No. 2, 91-100.
  2. Handoko, W. (2012). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Arkeologi dan Penerapannya di Indonesia. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI).
  3. Hasibuan, B. (2014). VALUASI EKONOMI LINGKUNGAN NILAI GUNAAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG KOMODITAS EKONOMI. Signifikan Vol. 3 No. 2, 113-126.
  4. Jacobus, R. (2006). SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA : SUATU PENGANTAR. Bogor: Ghalia Indonesia.
  5. Saifudin Zufri, M. H. (2018). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL; STUDY ETNOGRAFI TRADISI CEMBENGAN DI PABRIK GULA MADUKISMO, YOGYAKRTA. Solusi, 73-94.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.