ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS ”PENDIRIAN TOKO DOREMI KADO SEBAGAI COMPLETE GIFT CENTER DI PONOROGO’’ studi kasus di Desa Balong, Kab. Ponorogo

Tri Rahayu Priyana Putri(1*)
(*) Corresponding Author

Abstract


Era Industri pada saat ini menuntut masing masing individu  untuk memiliki keahlian, ketrampilan serta kreatifitas. Hal tersebut dimaksudkan yakni sebagai nilai jual lebih atas dirinya untuk mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan sesuai dengan ilmu dan bidang masing- masing individu. Disamping itu, di era dunia bisnis sudah menggunakan alat-alat teknologi dan informasi teknologi guna untuk memudahkan akses dalam operasi usahanya. Hal tersebut terlihat seperti dalam usaha manufaktur yang dahulu masih menggunakan cara tradisional yakni menggunakan sebagian besar tenaga manusia, kemudian sekarang sudah tergantikan oleh mesin-mesin yang canggih dengan kemampuan memproduksi berkali lipat dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia (Sulastri & Uriawan, 2020). Contoh lainnya di era globalisasi ini seperti menjamurnya internet yang memberikan berbagai informasi tanpa adanya batas, yang mana dengan demikian diperlukan pengetahuan yang luas mengenai teknologi. Selain itu, pergeseran budaya dari menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan juga informasi teknologi, manusia yang tidak memiliki keahlian, keterampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jualnya akan perlahan mengalami pemutusan hubungan kerja bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan atau masih dalam status sedang mencari pekerjaan.  Tingginya angka pengangguran di Indonesia ini, selain karena kualitas sumber daya manusianya yang rendah juga disebabkan oleh jumlah lapangan pekerjaan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang ada . Di Indonesia sudah banyak berdiri universitas-universitas yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap untuk terjun ke dunia kerja, oleh sebab itu mereka juga akan dihadapkan dengan persaingan calon tenaga kerja asing yang memiliki kualitas yang berbeda, sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya (Walls, 2021). Sehingga, mereka telah siap untuk melakukan kompetisi dari sebuah penguasaan terhadap seperangkat pengetahuan, keterampilan, nlai-nilai serta sikap yang telah mengarah kepada suatu kinerja dan akan direflekikan kedalam kebiasaan berfikir serta akan bertindak sesuai dengan profesinya masing-masing. Bisnis merupakan keseluruhan kegiatan yang direncanakan dan dijalankan oleh perorangan atau kelompok secara teratur dengan cara menciptakan, memasarkan barang maupun jasa, baik dengan tujuan mencari keuntungan maupun tidak bertujuan mencari keuntungan. Salah satu jenis bisnis adalah bisnis dalam bidang industri, yakni bisnis yang bergerak dalam bidang pengolahan (manufaktur), yaitu bisnis dengan tujuan untuk mengubah barang yang kurang berdaya guna menjadi barang guna. Sebagai contoh, pabrik makanan, pabrik pakaian, pabrik sepeda motor ataupun mobil , pabrik baja, pabrik alat-alat rumah tangga dan sejenisnya.Kreatifitas menjadi sebuah peluang yang besar, salah satunya yakni usaha penjualan benda-benda yang dapat dijadikan kado dan aksesoris hal ini merupakan salah satu peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat konsumen kabupaten Ponorogo untuk menjadikan benda-benda sebagai kado, seperti: dompet, tas, gelang dan lain sebagainya. Pada jaman sekarang ini tak jarang orang yang mencari kado untuk temannya, pasangan, ataupun kerabat. Usaha aksesoris dan kado ini belum cukup banyak ditemukan ditemukan di kabupaten Ponorogo. Maka dari itu saya berinisiatif untuk mendirikan toko aksesoris dan kado di daerah ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Penelitian ini berisis gambaran mengenai lokasi perusahaan berada serta kelayakan usaha yang ditinjau dari berbagai aspek tertentu. Dari beberapa aspek yang termasuk di dalam penelitian ini, seperti aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen, SDM, finansial, ekonomi, social dan politik, lingkungan hidup serta lingkungan industri, maka pendirian toko aksesoris dan kado ‘Doremi Kado ini dapat dinyatakan layak.

Era Industri pada saat ini menuntut masing masing individu  untuk memiliki keahlian, ketrampilan serta kreatifitas. Hal tersebut dimaksudkan yakni sebagai nilai jual lebih atas dirinya untuk mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan sesuai dengan ilmu dan bidang masing- masing individu. Disamping itu, di era dunia bisnis sudah menggunakan alat-alat teknologi dan informasi teknologi guna untuk memudahkan akses dalam operasi usahanya. Hal tersebut terlihat seperti dalam usaha manufaktur yang dahulu masih menggunakan cara tradisional yakni menggunakan sebagian besar tenaga manusia, kemudian sekarang sudah tergantikan oleh mesin-mesin yang canggih dengan kemampuan memproduksi berkali lipat dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia (Sulastri & Uriawan, 2020). Contoh lainnya di era globalisasi ini seperti menjamurnya internet yang memberikan berbagai informasi tanpa adanya batas, yang mana dengan demikian diperlukan pengetahuan yang luas mengenai teknologi. Selain itu, pergeseran budaya dari menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan juga informasi teknologi, manusia yang tidak memiliki keahlian, keterampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jualnya akan perlahan mengalami pemutusan hubungan kerja bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan atau masih dalam status sedang mencari pekerjaan.  Tingginya angka pengangguran di Indonesia ini, selain karena kualitas sumber daya manusianya yang rendah juga disebabkan oleh jumlah lapangan pekerjaan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang ada . Di Indonesia sudah banyak berdiri universitas-universitas yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap untuk terjun ke dunia kerja, oleh sebab itu mereka juga akan dihadapkan dengan persaingan calon tenaga kerja asing yang memiliki kualitas yang berbeda, sesuai dengan kreatifitas yang dimilikinya (Walls, 2021). Sehingga, mereka telah siap untuk melakukan kompetisi dari sebuah penguasaan terhadap seperangkat pengetahuan, keterampilan, nlai-nilai serta sikap yang telah mengarah kepada suatu kinerja dan akan direflekikan kedalam kebiasaan berfikir serta akan bertindak sesuai dengan profesinya masing-masing. Bisnis merupakan keseluruhan kegiatan yang direncanakan dan dijalankan oleh perorangan atau kelompok secara teratur dengan cara menciptakan, memasarkan barang maupun jasa, baik dengan tujuan mencari keuntungan maupun tidak bertujuan mencari keuntungan. Salah satu jenis bisnis adalah bisnis dalam bidang industri, yakni bisnis yang bergerak dalam bidang pengolahan (manufaktur), yaitu bisnis dengan tujuan untuk mengubah barang yang kurang berdaya guna menjadi barang guna. Sebagai contoh, pabrik makanan, pabrik pakaian, pabrik sepeda motor ataupun mobil , pabrik baja, pabrik alat-alat rumah tangga dan sejenisnya.Kreatifitas menjadi sebuah peluang yang besar, salah satunya yakni usaha penjualan benda-benda yang dapat dijadikan kado dan aksesoris hal ini merupakan salah satu peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan tingginya minat konsumen kabupaten Ponorogo untuk menjadikan benda-benda sebagai kado, seperti: dompet, tas, gelang dan lain sebagainya. Pada jaman sekarang ini tak jarang orang yang mencari kado untuk temannya, pasangan, ataupun kerabat. Usaha aksesoris dan kado ini belum cukup banyak ditemukan ditemukan di kabupaten Ponorogo. Maka dari itu saya berinisiatif untuk mendirikan toko aksesoris dan kado di daerah ponorogo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Penelitian ini berisis gambaran mengenai lokasi perusahaan berada serta kelayakan usaha yang ditinjau dari berbagai aspek tertentu. Dari beberapa aspek yang termasuk di dalam penelitian ini, seperti aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen, SDM, finansial, ekonomi, social dan politik, lingkungan hidup serta lingkungan industri, maka pendirian toko aksesoris dan kado ‘Doremi Kado ini dapat dinyatakan layak.

 

 

 

   

Full Text:

References


  1. Afiyah, A., Muhammad S., & Dwiatmanto. (2015). Analisis Studi Kelayakan Usaha Pendirian Home Industry. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 23 (1), 1-11. Aldy, P.R., Riawan & La Ode S. (2017). Studi Kelayakan Bisnis. Ponorogo: Unmuh Ponorogo Press. Amalia, Winda & Miftahul Choiron. (2017). Studi Kelayakan Usaha dan Daya Saing pada Industri Tepung Tapioka di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek. Jurnal JSEP, 10 (2), 51-57. Ardianto T. Lucas & Maria A. (2017). Studi Kelayakan Bisnis Uniquephotocard di Mal Ciputra World Surabaya. Jurnal Manajemen dan Start-Up Bisnis, 1 (6), 746-754. Hajar K. Siti & Dicky Hidayat. (2017). Studi Kelayakan Bisnis Konten Kreatif di Kota Bandung (Studi Kasus: PT Akses Nusa Karya INFRATEK). Jurnal Rekayasa Sistem & Industri, 4 (1), 7-15. Hamid, E. S. & Susilo Y. S. (2011). Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12 (1), 45-55. Harahap, Sunarji. (2018). Studi Kelayakan Bisnis Pendekatan Integratif. Medan: FEBI UINSU Press. Haris, I. A., Achmadi, R., Kartika, R., Zein, S. F., Rahmadini, S., Hanita, S., & Yusuf, Z. Z. (2020). Pengaruh Rekruitmen, Pelatihan Dan Pengembangan Terhadap Kinerja Karyawan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 2(3), 56-74. Herlianto, Didit & Triani Pujiastuti. (2010). Studi Kelayakan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hidayat, A. A. (2012). Efisiensi Produk Kain Batik Cap. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 13 (1), 79-95. Indiyati, D., Ghina, A., & Romadhona, A. F. (2021). Human Resource Competencies, Organizational Culture, and Employee Performance. International Journal of Science and Society, 3(1), 1-10. Irsan. (2020). Analisis Studi Kelayakan Usaha Rumah Burung Walet di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Ilmiah Akuntansi Rahmaniyah (JIAR), 3 (2),52-65.
  2. -36653-1-SM.pdf

Refbacks

  • There are currently no refbacks.