“PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA : PESPEKTIF SISTEM PENDIDIKAN BAGI CALON BURUH MIGRAN”

Wafda Vivid Izziyana

Abstract


Usulan penghentian pengiriman buruh migran karena banyaknya kasus
kekerasan yang dialami buruh migran Indonesia diberbagai negara bukan
jalan keluar yang berkeadilan bagi buruh migran perempuan. Bekerja dan
bermigrasi adalah hak asasi manusia, sehingga yang seharusnya menjadi
tanggung jawab negara adalah menjamin perlindungan bagi warga
negaranya untuk bekerja di luar negeri. Kasus-kasus buruh migran pada
prinsipnya memiliki akar persoalan yang sama yakni masih buruknya
sistem pelatihan dan kompetensi calon buruh migran. Kendala bahasa dan
ketrampilan kerja yang dialami oleh buruh migran yang mengalami
penyiksaan, telah menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan dan
pelecehan terhadap buruh migran. Khususnya yang bekerja di sektor
pembantu rumah tangga. Masalah ketrampilan kerja dan kemampuan
berkomunikasi atau berbahasa bagi buruh migran mestinya bisa diatasi
dengan adanya Balai Latihan Kerja yang mempunyai tugas
melaksanakan penyiapan program penyelenggaraan pelatihan, uji
kompetensi dan konsultasi kelembagaan, serta evaluasi
pelaksanaan pelatihan kerja yang berorientasi pada pasar kerja luar
negeri.


Keywords


Hak asasi manusia, Pendidikan, Buruh Migran

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.