PENGETAHUAN TENTANG PENANGANAN HIPOTERMI PADA PENDAKI GUNUNG DI WANA WISATA CEMORO SEWU, GUNUNG LAWU, MAGETAN

Filia Icha Sukamto

Abstract


Hipotermi sangat berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan syok dan berakibat fatal (Milne, 2009). Selain itu paparan suhu yang dingin juga mengakibatkan kematian karena dapat memperburuk kondisi kronis yang sudah ada sebelumnya (seperti penyakit kardiovaskular dan penyakit pernapasan) dan mereka yang menjalani pengobatan lebih rentan terhadap efek dingin (Berko et all, 2014). Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan 141 pendaki gunung sebagai populasi. Sampel penelitian ini adalah 50 orang pendaki gunung dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup yang kemudian dilakukan pengolahan data dan dianalisis berdasarkan prosentase. Hasil penelitian terhadap 50 responden menunjukkan bahwa 26 pendaki gunung (52,00%) memiliki pengetahuan yang cukup, 17 pendaki (34,00%) memiliki pengetahuan yang kurang, dan 7 pendaki (14,00%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengahnya responden memiliki pengetahuan cukup tentang penanganan hipotermi dengan berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan responden. Hal ini menunjukkan bahwa masih harus ditingkatkan pemberian informasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan pendaki tetang bahaya hipootermi jika tidak ditangani dengan segera.

Full Text:

PDF

References


. Berko, Jeffrey, Deborah D Ingram, Shubhayu S & Jennifer D Parker. 2014. National Health Statistics Reports: Death Attributed to Heat, Cold, and Other Weather Events In the United States, 2006-2010. Hyattsville: U.S Department of Health & Human Services.

. Betterhealth. 2015. Hypothermia. Victoria: Ambulance Victoria.

. Brocherie, Franck, Olivier Girard & Grégoire P Millet. 2015. Emerging Environmental and Weather Challenges in Outdoor Sports. Switzerland: Institute of Sports Sciences, Department of Physiology, Faculty of Biology and Medicine, University of Lausanne.

. Budiman & Riyanto. 2014. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

. Fahmi, Ismail. 2012. Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Kewaspadaan Standart. Skripsi tidak diterbitkan. Depok: Program Studi S-1 Keperawatan Universitas Indonesia.

. Iryani, Neni. 2013. Dlajah: Persiapan Naik Gunung. Bandung: Wanadri.

. Milne, Tom. 2009. Hypothermia: Avoid, Recognize and Treatment. www.wta.org diakses pada 27 Agustus 2016.

. Munir, Syahrul. 2016. Alami Hipotermia, Seorang Pendaki Tewas di Gunung Merbabu. www.kompas.com diakses pada 25 Agustus 2016.

. Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka. Cipta. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

. Rosandrani, K N. 2016. Hipotermia, Pendaki Tewas di Pyramid Carstensz. www.nationalgeographic.co.id diakses pada tanggal 25 Agustus 2016.

. Setiadi, Arif. 2016. Alami Hypotermia di Puncak Gunung Lawu, Sri Dievakuasi. www.okezone.com diakses pada 25 Agustus 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.