PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN RUJUKAN MATERNAL DAN NEONATAL DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Nurmala Dewi Ria Lestari

Abstract


Sekitar 99% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berkembang, sekitar 80% kematian maternal merupakan akibat meningkatnya komplikasi selama kehamilan, persalinan dan setelah persalinan (WHO, 2015). Kejadian kematian ibu di Kabupaten Lombok Timur tahun 2018 meningkat menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup, yakni terjadi saat ibu bersalin sebesar 42,34%, nifas sebesar 40% dan saat ibu hamil sebesar 17,65%, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) 8 per 1.000 kelahiran hidup (Dinkes Kabupaten Lombok Timur, 2018). Masalah di Kabupaten Lombok Timur yang terkait sistem rujukan maternal dan neonatal yaitu pengambilan keputusan rujukan, dimana ketika akan memutuskan untuk merujuk selain suami maka harus melibatkan orang tua, dukun atau orang kepercayaan, kemudian ke kepala dusun, jika tetap tidak ingin dirujuk maka harus koordinasikan dengan kepala desa bahkan sampai ke tingkat kecamatan. Untuk mengetahui kebaruan dari penelitian ini terkait pemberdayaan bidan dalam meningkatkan kemampuan rujukan maternal dan neonatal di Kabupaten Lombok Timur. Desain penelitian dengan screening database dari Google Scholar, Pubmed NCBI, Sciene Direct dan Cochrane. Penelusuran dengan google scholar di dapat kan 13 dari 23 jurnal, dengan pubmed dan cochrane didapatkan 3 dari 9 jurnal dan science direct di dapatkan 5 dari 25 jurnal. Dari seluruh jurnal yang didapat, rata-rata menggunakan metode penelitian kualitatif, crossectional dan randomized trial. Pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, FGD dan wawancara, penelitiannya hanya di satu tempat saja dan hanya beberapa indikator yang diteliti diantaranya pembiayaan, sarana dan prasarana, dukungan keluarga dan pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal). Dari hasil penelusuran referensi beberapa database terkait topik penelitian ini, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dalam rujukan yaitu pembiayaan, akses ke fasilitas ke tempat rujukan, keterlambatan dalam pengambilan keputusan saat rujukan, kolaborasi antara tenaga kesehatan, komunikasi baik antara pasien dan tenaga kesehatan maupun bidan dengan dokter spesialis penerima rujukan dan pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.