ASPEK-ASPEK PERUBAHAN SOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERUBAHAN HUKUM

Asri Agustiwi

Abstract


Hukum dalam masyarakat berkembang yang selalu akan memunculkan ide perubahan hukum sesuai dengan fungsi hukum dalam masyarakat sebagai rekayasa masyarakat atau alat pengontrol masyarakat. Hanya saja sebelum produk hukum diubah baik oleh parlemen, pemerintah atau oleh pengadilan, terlebih sudah ada teriakan/kebutuhan dalam masyarakat akan perubahan tersebut. Hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat dalam arti bahwa hukum mungkin dipergunakan sebagai suatu alat oleh agent of change. Agent of change atau pelopor perubahan adalah seseorang atau kelompok orang yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin lembaga-lembaga kemasyarakatan. Suatu perubahan sosial yang dikehendaki atau direncanakan selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan pelopor perubahan tersebut. Perubahan hukum dengan perubahan sosial merupakan dua hal yang tidak dapat dipisah satu sama lain. Kaitan perubahan hukum dengan perubahan sosial akan melahirkan dua paradigma, yaitu Paradigma hukum penyesuai kebutuhan dimana berfungsi sebagai pelayan kebutuhan masyarakat, agar hokum tidak ketinggalan karna lajunya perkembangan masyarakat. Ciri-ciri paradigma ini adalah perubahan cendrung diikuti oleh sistem lain, perubahan social lebih cepat dibanding hukum, penyesuain yang cepat dari hukum ke keadaan baru, hokum berfungsi sebagai pengabdian, hukum mengikuti peristiwa bukan sebaliknya, seperti kejahatan teknologi canggih. Paradigma ini yang paling sering terjadi, ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan hukum setelah adanya konflik, sengketa, dll, dan Paradigma hukum antisipasi masa depan dimana Paradigma yang kedua ini memfungsikan hukum sebagai yang dapat menciptakan perubahan atau setidak-tidaknya sebagai pemicu perubahan masyarakat. Ciri dari paradigm yang kedua ini adalah, law is a tool social engineering, law as a tool of direct social change, berorientasi ke masa depan (forward looking), ius constituendum, hukum berperan aktif, dan tidak hanya menciptakan ketertiban akan tetapi menciptakan dan mendorong perubahan dan perkembangan tersebut. Seperti adanya Undang-Undang tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya.


Keywords


Hukum, Perubahan Social, Aspek Perubahan Hukum

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.